Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

PERNYATAAN SIKAP MAHASISWA PUNCAK PAPUA Di SURABAYA

  

Doc: pribadi.


SURABAYA, SUARA MONYET, Pernyataan Sikap: Pelajar dan Mahasiswa Puncak (IPMAP) Koordinator Wilayah Surabaya, Provinsi Jawa Timur dengan tegas mengutuk keras Aparat Militer TNI/POLRI yang telah menewaskan (Warga Sipil) di Ibu Kota Puncak Ilaga, Kabupaten Puncak Papua, Provinsi Papua. Tutur - (BPKW IPMAP), saudara (Kelanus Kulua) pada Rabu, (25/11/2020) | Pukul 11:40 - Waktu Negeri Kolonial Indonesia.

Menurutnya, "Kami keluarga besar - Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Puncak (IPMAP) Koordinator Wilayah Surabaya menyikapi penembakan brutal yang dilakukan oleh Aparat Militer TNI/POLRI di Ibu Kota Puncak Ilaga, Kabupaten Puncak Papua pada (19/11/2020).

Penembakan brutal yang dilakukan oleh Aparat Militer TNI/POLRI di perbatasan Distrik Agandugume - Jaiki-Maiki, Kabupaten Puncak Papua telah menewaskan Warga Sipil berjumlah (4) orang dan (1) orang sedang dalam perawatan di Rumah Sakit Mitra Masyarakat Charitas, Kabupaten Mimika. Data yang dirilis telah dikirimkan oleh keluarga korban dari Puncak Papua. Ujar - Saudara (Kelanus Kulua).

Nama-nama korban tindakan brutal yang dilakukan oleh Aparat Militer TNI/POLRI adalah sebagai berikut :

1. Atanius Murib, Usia 16 Tahun Siswa Kelas 3 SMK Negeri 1 Ilaga;

2. Akis Alom, Usia 34 Tahun (ASN) di Kabupaten Puncak Papua sebagai Bendahara Dinas Pertanian;

3. Wenis Wenda, Usia 13 Tahun Kelas 6 SD YPPK Katolik Mundirok; 

4. Rubenus Tabuni, Usia 19 Tahun Siswa Kelas 3 SMA Negeri 1 Ilaga;

5. Manus Murib, Usia 16 Tahun Siswa Kelas 3 SMA Negeri 1 Ilaga. 

"Sedangkan korban yang selamat dari tempat kejadian, (Manus murib) saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Mitra Masyarakat Charitas, Kabupaten Mimika. Kemudian, (Manus Murib) juga telah berhasil memberikan keterangan lengkap atas kejadian di Ibu Kota Puncak Ilaga, Kabupaten Puncak Papua kepada masyarakat luas dan media." Ungkapnya.

Maka dengan itu, kami mengecam dengan tegas atas perlakuan brutal yang dilakukan oleh Aparat Militer TNI/POLRI yang telah menewaskan (4) orang warga sipil dan (1) orang yang saat ini sedang dalam perawatan di Rumah Sakit Mitra Masyarakat Charitas, Kabupaten Mimika. Ucap - Saudara (Kulua).

"Oleh karena itu, kami dengan tegas menyampaikan bahwa: "Mereka bukan Teroris, mereka bukan KKB dan KKSB. Mereka adalah (Warga Sipil) yang tidak bersalah dan tidak seperti yang diduga oleh Aparat Militer TNI/POLRI yang telah merenggut nyawa mereka sewenang-wenang." Bebernya.

Kesaksian yang disampaikan oleh (Minus Murib) pada tanggal 19 November 2020 sangat jelas bahwa dimana waktu mereka setelah dengar liburan dan ingin pulang ke kampung halaman di distrik Agandugume untuk melihat  keluarga mereka. Namum, lagi-lagi nasib mereka berkata lain. Maka dengan itu, menurut kami ada keterlibatan Aparat Militer. Pungkasnya.

Sangat jelas bahwa, kasus di Kabupaten Puncak Papua, Intan Jaya, Nduga dan beberapa daerah di wilayah Papua terindikasi sama. Maka dengan ini kami Pelajar dan Mahasiswa Puncak (IPMAP) Koordinator Wilayah Surabaya sangat kesal dan kecewa atas tindakan brutal yang dilakukan oleh Aparat Militer TNI/POLRI. Oleh karena itu, kami tuntut beberapa poin sebagai berikut :

1. Segera adili pelaku penembakan (5) Warga Sipil di Kabupaten Puncak Papua, Provinsi Papua;

2. Kami meminta agar Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Puncak Papua, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan seluru Kaum Intelektual Puncak untuk turut serta melihat serius kasus penembakan (5) Orang Warga Sipil;

3.Tarik Aparat Militer Organik dan Non Organik dari Kabupaten Puncak Papua. Karena kehadiran mereka di Puncak Ilaga membuat Warga Sipil tidak aman, nyaman dan damai;

4. Lembaga KOMNAS HAM, LBH Papua, KONTRAS dan pemerhati HAM agar segera menindak lanjuti kasus yang terjadi di Kabupaten Puncak Papua. Karena kasus ini menurut kami adalah pelanggaran HAM berat;

5. Kami meminta kepada seluruh  kalangan umum agar tidak memprovokasi dan mengilintir bahasa, kalimat, dan kata-kata dari faktanya yang sebenarnya telah terjadi di Kabupaten Puncak Papua;

6. Kami Pelajar dan Mahasiswa Puncak meminta agar (4) Perusahan  tidak di izinkan masuk ke Kabupaten Puncak. Karena kami menduga bahwa penembakan (5) orang Warga Sipil adalah bagian dari upaya-upaya Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Puncak Papua.

7. Berikan hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokrasi bagi rakyat Papua

Editor (Kevin - Bob Tujuh Suku)

Post a Comment

0 Comments