Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

AMP sector Jember, mengecam keras kepada klonial tuntaskan pelanggaran HAM berat di Papua dan berikan hak menentukan nasibnya sendiri bagi rakyat Papua

 

Aliansi mahasiswa Papua di Jember.


Jember, suara monyet.com – Sejumlah Mahasiswa dan pelajar papua yang tergambung dalam Aliansi Mahasiswa Papua di kota jember menggelar Aksi demonistrasi dalam rangka Hari HAM Sedunia, Tepatnya pada setiap tanggal 10 desember, masa aksi tersebut dimulai  dari dabelway di depan Kampus UNEJ menuju ke budaran DPRD jember pukul 9: 15 menit

sambil berorasi  membawa sejumlah poster yang berisi  bukti pelangaran HAM  berat di papua dari sejak duluh yakni paniai berdarah, biak berdarah wamena wasior, Abepura, nduga, intanjaya dan beberapa daerah di seluruh tanah west papua dari  1963 sampai detik ini 2020, pelangaran HAM Terus terjadi, jelasnya.

Pada momentum ini aliansi Mahasiswa Papua  di jember juga  bertuliskan di bener  bahwa  (Indonesia adalah pelaku pelangaran HAM Berat di Bangsa West papua,  mengakhiri  pelangaran HAM  itu segera gelar mekanisme Refrendum bagi bangsa west papua sebagai solusi demokratis).

 Hasil Pantauan redaksi media ini,  aksi belum memulai, ratusan personil dan belasan Intel, satu orang pdt. dan pimpinan mahasiswa  di kampus, serta 3 buah mobil patroli, datang lebih awal di Tempat kejadian Perkara atau (TKP), biasannya pihak keamanan  memblokade jalan untuk masa aksi tetapi herang keamanan tidak melakukan hal itu hingga masa aksi menuju ke budaran DPRD Jember, sambil berorasi dan pihak keamanan tetap jaga masa aksi hingga bubar.

 Korlap 2 Matias yatipai MY, mengatakan sejumlah wartawan di Jember  bahwa aksi kali ini untuk menyuarakan semua persoalan yang terjadi di Papua, yang selama ini selalu ditutupi atau diabaikan oleh Pemerintah Indonesia.

Dia juga menambahkan banyak pelangaran HAM Berat di papua, seperti pembunuhan dan penembekan. jadi, pada sahat ini kami sampaikan tidak hanya pembunuhan manusianya tetapi  pelangaran HAM secara menyeluruh di berbagai aspek, yang selama ini merampas oleh Negera Secara sewenang-wenang  di bumi cederawasih, " pungkasnya.

Oleh karena itu, untuk mengakhiri segala macam persoalan itu, kami menuntut adanya gelar  refendum bagi bangsa west Papua. Kami tegas   menolak otonomi khusus Jilid II, karena danah sebesar tersebut hanya menikmati oleh elit politik local di Papua,” imbuhnya.  

setelah orasi masa aksi dari solidaritas untuk papua, juga membawa lima puisi dan AMP juga membawa dimana terjadi ketidak adilan, ketika PEPERA 1969.

Lebih lanjut, Korlap 1. Yomiles Yikwa membacakan 12 pernyataan sikap diikuti oleh semua masa aksi, yang berisi

1. Hentikan kekerasan kemanusiaan di West Papua

2. Tarik militer organik dan non-organik dari teritoria West Papua

3. Cabut perizinan perusahaan blok Wabu di Intan Jaya

4. Cabut Undang Undang Omnibus Law

5. Meminta Kapolda Papua, Paulus Waterpau untuk menyetop diskriminalisasi terhadap Victor Yeimo dan aktivis lainnya

6. Mengutuk keras kepada elit-elit politik Papua yang mengatasnamakan rakyat Papua untuk  melanjutkan Otsus jilid II

7. Segera tutup PT. Freeport dan perusahaan lainnya di seluruh tanah West Papua

8. Menolak dengan tegas keberlanjutan otonomi khusus jilid II

9. Segera membuka akses jurnalis nasional dan internasioal seluas luasnya di West Papua

10. Menolak tindakan pelanggaran HAM dan mengusut tuntas pelaku pelanggaran HAM di West   Papua

11. Segera bebaskan seluruh tahanan politik Papua tanpa syarat

12. Mengutuk keras kepada buzzer yang melakukan pembohongan publik dengan propaganda murahan.

13. Berikan hak menentukan nasibnya sendiri bagi rakyat Papua barat.

Hari kamis, tanggal 10 desember pukul 12:30 masa aksi mulai bubar dengan aman dan nyaman.

Post a Comment

0 Comments