Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Hubungan Kontradiksi Kepercayaan Masyarakat Paniai Terhadap Gerakan Pembebasan dan Birokrasi Pemerintahan Daerah ”


{Oleh  : Petitaiby Papua }

(Paniai,Edisi 01 Desember 2020)

Masyarakat paniai adalah pemilik negeri wisel miren paniai,Beretnis suku Mee mendiami di wilayah Mepagoo  pada umumnya.Karakter masayarat paniai pada dasarnya adalah memiliki senyum ,sapa dan salam.Kebiasaan masyarakat paniai dahulu masih memegang etos kerja yang tinggi dan solidaritas yang kuat.Namun kehadiran pemerintah daerah membuat masyarakat tidak saling percaya satu sama lain nya.

Relasi hubungan kekeluargaan ,golongan dan kampung menjadi prioritas utama dalam membangun relasi politik praktits birokrasi .Kekuatan antara keluarga ,golongan dan kampung menjadi otoritas utama dalam mempertahankan status Quo atau jati diri yang pemahamannya  sangat picik  dan tidak membangun solidaritas dan persatuan yang utuh.

Bagaimana rekasi masyarakat khususnya paniai dalam mendukung Gerakan Rakyat KNPB,OPM TPN?

Kepercayaan antara hubungan  masyarakat dan  gerakan rakyat pembebasan  bangsa west papua ,juga mengalami jarak pemisah yang jauh.ada beberapa penilaian dalam kalangan masyarakat khusus di paniai :

Masyarakat menilai bahwa gerakan KNPB,OPM TPN Paniai ,tidak memperjuangkan dengan   hati yang tulus dan  iklas dan  kebanyakan hanya mencari muka (Image), di hadapan masyarakat dan perempuan ,supaya di bilang aktivis dan pejuang hebat,tanpa melakukan kerja kerja organisasi secara solid dan mencari tau solusi yang tepat untuk merangkul dan mempersatuakan masayarakat pada umummnya.

Masyarakat  menilai bahwa gerakan KNPB,OPM TPN ,tidak melakukan kerja organisasi secara terstruktur ,tersistematis ,sehingga pimpinan organisasai dan anggota tidak berjalan baik secara efektif dan rapi.Banyak pimpinan tidak memahami teori,konsep dan praktek perjuangan pembebasan bangsa west papua.Sehingga ketidak tahuan  itu membuat pimpinan organisasi tidak tau menggerakan  anggota yang aktif itu  untuk tetap mengapdi pada aturan dan prinsip organisasi yang sudah ada.

Masyarakat menilai bahwa Gerakan KNPB,OPM TPN Itu hanya tempat mencari uang,makan dan minum.Pandangan ini membuat kepercayaan antara organisasi pembebasan dan masyarakat biasa tidak saling percaya .Kekuatan persatuan masyarakat  terpecah belah dan solidaritas masyarakat terbagi dalam kasibukan aktivits keluarga,individu dan  gereja.

Masyarakat menilai Gerakan KNPB ,OPM TPN  tidak menerapkan aturan dan kedisiplinan organisasi sehingga banyak pimpinan dan anggota organisasi tidak menjalankan kedisiplinan ,program perjuangan secara ketat dan massif.Sehingga kepercayaan masyarakat  terhadap organisasi sangat menurun  drastis.

Masyarakat paniai lebih percaya pada orang orang paniai yang sudah mengisi di structural pemerintahan daerah.Harapan penuh masayarakat pada orang orang pemerintah daerah ,kepala desa,kepala distrik,kepala dinas,bupati dan DPR.Apa yang di bicarakan oleh golongan birokrasi ini yang sangat di percayai oleh  masyarakat pada umumnya.

Musyawarah kampung ,Desa dan distrik selalu membicarakan soal soal pemilihan daerah .Di kalangan intelektual ,lebih membicarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada),Partai Borjuis (Partai Politik ),Proyek pemerintahan Daerah. Situasi ini yang sedang tergambar di daerah paniai.

Apa Pandangan Masyarakat Terhadap  Pemerintah Daerah Paniai?

Pandangan masyarakat menilai pemerintah daerah adalah suatu bentuk representasi  suara rakyat yang terwakili di parlemen system pemerintah daerah.Kalangan agamawan,intelektual  merasionalkan itu sebagai wujud nyata dalam  melanjutkan aspirasi rakyat.Setiap pendiskusian selalu di simpulkan dengan pandangan budaya dan agama.Mindset berpikir ini yang sudah mengakar dalam setiap individu orang pada orang paniai dan papua pada umumnya.

Pemerintah adalah solusi dalam penyelesaian persoalan masyarakat .Masyarakat sendiri tidak paham soal system penjajahan yang sudah di kemas secara tersistematis dan terprogram dari pemerintah pusat sampai ke daerah.Sementara para pejabat daerah adalah perpanjangan tangan   dari pemerintah Republic Indonesia.

Kepercayaan ini gerakan rakyat KNPB dan OPM TPN tidak berhasil merebut hati ,jiwa  masyarakat paniai.Sistem pemerintahan kolonial daerah panai yang sudah berhasil merebut hati masyarakat untuk tetap percaya kepada pemerintah dan terus mendukung program pemerintah daerah.Sementara gerakan rakyat untuk pembebasan tidak memiliki program,strategi yang tepat untuk mempengaruh rakyat secara tepat sasaran,tentang pentingnya persatuan orang papua bersatu dan mendukung hak penentuan nasib sendiri sebagai solusi demokratis secara efektif.Pemerintah juga tidak membangun daerah sesuai dengan kinginan dan kebutuhan rakyat .Walaupun system pemerintah daerah tersebut, justru ketika pemilukada setiap pasangan  calon selalu di dukung oleh konsultan dan kotraktor yang nota benenya sebagai kapitalis local yang memiliki jaringan tingkat provinisi sampai pusat.

Justru pemerintah daerahlah menjadi actor penghancur rakyat dengan menawarkan berbagai visi,misi dan program yang utopis (Omong kosong) yang hanya menyenangkan hati rakyat ,namun kenyataannya para pemerintah daerah justru  membayar keamanan  (TNI/POLRI ),untuk  tetap  menjaga wilayahnya dan mendukung dengan mensupport dana sebagian untuk keamanan.Pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Meki Nawipa,sudah berhasil meloloskan proyek pembanguan stelit palapa di Distrik Topiyai  Kab  paniai.Masyarakat paniai pemilik hak ulayat sudah di beli melalui elite lit local kepala suku,tokoh adat ,kepala desa.Inisiatif  dari kepala kepala adat tidak di lakukan di kalangan masyarakat.Semua diam membisu ,karena telah menerima Free money Allowed dari pemerintah daerah.Gerakan rakyat  yang ada di paniai juga tidak inisiatif menggalang kekuatan rakyat menolak  proyek pembangunan satelit palapa.

Krisis inisiatif dalam kerja kerja organisasi dan politik ,sudah menjadi ambigu dan bimbang dalam mendorong agenda sektoral sesuai dengan kebutuhan objektif masyarakat.  

Bagaimana Posisi Gerakan Pembebasan KNPB-OPM TPN Dalam Menyikapi  Kondisi Objektif Masyarakat Paniai Dalam Respon Dukungan Hak Penentuan Nasib Sendiri? 


Posisi gerakan KNPB-OPMTPN paniai ,posisinya masih bingun melakukan kerja kerja politik dan organisasi sesuai dengan kondisi objektif masyarakat paniai.Kepercayaan masayarakat masih belum di  tangkap secara baik oleh gerakan perjuangan ini ,demi menjaga persatuan anatara rakyat dengan gerakan .Para pimpinan gerakan juga tidak mensterilkan pendididikan politik kepada anggota dan tidak melalukan evaluasi ,kritik oto kritik secara rutin demi melihat kembali perkembangan kerja kerja politik dan organisai dari pada semua Anggota dan pimpinan gerakan  di wilayah paniai.Berikut adalah pernyataan dan pertanyaan yang perlu di refleksikan dan di lakukan secara konsisten dan tegas adalah sebagai berikut :

Apakah simpati masayarakat sudah bisa di terima dengan adanya geraakan KNPB & TPN OPM di paniai,dan sejauh mana kontribusi rakyat kepada gerakan ?

Apakah rakyat sudah terlalu percaya kepada pemerintahan daerah atau kembali sibuk kerja individu individu keluraga  masing masing  dan  mengesamping  kerja kerja kolektif untuk gerakan ?

Apakah pimpinan dan anggota berhasil merebut hati rakyat dan mempersatuan kekuatan rakyat demi untuk kerja kerja revolusi secara kolektif?

Tiga pertanyaan ini ,menjadi tugas berat buat pelopor ,aktivis dalam merebut hati rakyat paniai.Semua ini tentu di bicarakan secara bersama dan di jalankan konsepnya.Ketika salah satu anggota atau pimpinan berhasil menggalang kekuatan rakyat ,maka pimpinan dan anggota perlu terbuka,menerima ,minta saran dari pengalaman kerja massya rakyat, perlu di teladani,dicotohi dan mencoba di lakukan model seperti itu.Model ini adalah bentuk dari pada sentralisme demokrasi.

Hal hal yang perlu di hindari dari pada aktivis gerakan adalah karakter feodalisme .Feodalisme adalah suatu paham yang wujudnya ingin di hormati,di hargai ,populartasnya ingin di sanjung.Opertunisme adalah aktivis yang mempergunakan ilmu revolusi untuk kepentingan diri sendiri dan kelompok dengan mengambil peluang dalam pilkada,kapanye politik,dll.Liberalisme adalah suatu karakter yang ingin menang sendiri,dan berusaha untuk wujudkan idenya dan bisa di terima oleh rekan rekannya tanta pertimbangan kondisi objektif masayarakat .Buntutisme adalah  suatu karakter yang seorang aktivis praktekan dengan cara sudah paham konsep,teori,system jajahan,namun ia tidak berusaha dalam kerja kerja massa rakyat dan tidak menyadarkan menggerakan,membangkitkan dan mengorganisasikan orang lain.

Jika upaya ini di jalankan secara maksimal maka kesadaran untuk  menyatukan rakyat dapat  di jalankan secara baik dan efektif.Dalam proses eksekusi ,itu pastinya akan mengalami hambatan,rintangan,gangguan,masalah.Namun perlu di akui hal itu sebagai bentuk hukum kontradiksi,materialism dialektika dalam kondisi objektif masyarakat masyarakat paniai pada khusunya.Masyarakat papua dan gerakan papua merdeka juga ,sama ,namun berbeda waktu,tempat dan karakter masyarakat dan bentuk jajahannya.Manusia papua pada      umumnya adalah ras Melanesia,namun  bentuk jajahan nya sangat berbedah jauh ,kontekstualisasi konsep dan teori juga sesuai dengan kondisi masyarakat papua di masing masing daerah.Namun dalam pemahaman tetap dalam koridor persatuan ,nasionalisme kepapuana dari masing masing daerah itu secara tersentral.Dengan demikian pemahaman ini harus ada dalam pergerakan KNPB-TPN OPM di kabupaten paniai.

Penulis Adalah Pemuda Kader AMP Tinggal Di Paniai,Sedang  Haus Papua Merdeka 100% .


Post a Comment

0 Comments